Memiliki Rumah Idaman
Bisa memiliki rumah sendiri merupakan mimpi sebagian besar pasangan suami istri. Sebab selain menjadi kebutuhan pokok, rumah adalah tempat kembali dan merilekskan diri dari lelahnya rutinitas dan pekerjaan. Tempat yang sebagian besar waktu kita habiskan disana, yang harus memberikan kenyamanan lahir dan batin.
"Seharusnya setelah menikah dan berkeluarga sudah sebaiknya tinggal terpisah dari orangtua" Begitu kurang lebih ungkapan yang pernah ada. Mungkin ini cocok bagi sebagian orang. Namun bagi kami tinggal membersamai keluarga itu luar biasa. Sebab kondisi kami, ibu sudah sendiri semenjak bapak meninggal pada 2013 lalu. Ada adek perempuan yang setahun belakangan ini tinggal bersama karena sudah lulus kuliah. Dan yang agaknya paling menjadi pertimbangan juga adalah tepat di sebelah rumah tinggal mbah nang dan make yang sudah sepuh. Apalagi mbah nang yang menderita penyakit kronis, yang butuh perawatan dan pengobatan jalan. Dengan keberadaan suami disini. Sangat terasa manfaatnya. Dia lah yang paling diandalkan tatkala mbah nang butuh pergi berobat ke dokter.
Serumah dengan mertua perempuan bagiku selama ini yang tak selalu baik-baik saja. Ada dinamika naik turunnya. Ada bapernya juga. Alhamdulillah kami cenderung bisa memahami tugas dan peran masing-masing. Ibu juga tidak terlalu ikut campur pada rumahtangga kami. Aku pun proaktif dengan rutinitas kerumahranggan, berupaya memberi perhatian besar pada urusan kebersihan dan kerapihan rumah. Peka dan peduli pada keadaan walau pun tak selalu.
Saya juga memiliki keinginan memiliki rumah sendiri. Alasan yang paling utama karena ingin lebih "menjaga". Sepanjang bertempat tinggal disini saya merasa begitu mudahnya orang keluar masuk rumah, baik laki-laki maupun perempuan. Saya menyadari betul karena memang punya banyak tamu, banyak urusan. Ini yang agaknya membuat saya kurang nyaman. Upaya saya selama ini adalah dengan memakai bawahan panjang, sehingga ketika ada tamu laki-laki saya bisa langsung memakai cardigan dan kerudung instan.
Beberapa kali saya menyampaikan keinginan ini kepada suami. Keinginan untuk memiliki rumah sendiri, yang memberi rasa nyaman seutuhnya. Suami memotivasi untuk bisa bersabar dan realistis. In sya Allah, Allah beri kemudahan jalan untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginan.
Komentar
Posting Komentar