Mendidik Dengan Cinta
Mendidik anak adalah kewajiban bagi orangtua. Namanya kewajiban pasti akan dimintai pertanggungjawaban. Apabila dalam proses pelaksanaannya tidak cukup baik ditunaikan hingga menjadikan si anak berbuat salah jalur, orangtua pun turut merasakan dampakmya. Selain beban moral di tengah masyarakat. Kelak di akhirat juga turut menanggung dosanya. Naudzubillah.
Tentulah tidak sama antara sekolah dan pendidikan. Semakin tinggi seseorang bersekolah, semakin terdidik lah ia. Kenyataan tidak lah demikian. Misal suatu contoh: para anggota dewan atau pejabat daerah yang sudah tidak diragukan lagi tingkat pendidikannya. Betapa banyak pelaku tindak kejahatan korupsi dari kalangan itu. Uang negara di gunakan untuk kepentingan sendiri hingga menyebabkan kerugian negara hingga ratusan juta bahkan triliunan rupiah.
Saya lebih sepakat jika makna manusia terdidik adalah mereka yang memperoleh proses pendidikan agama yang benar dan lurus. Dan ini diperoleh tidak dari sekolah formal, melainkan dari pola pendidikan dalam keluarga. Maka dari itu keluarga dan orangtua memegang peranan penting dalam pendidikan.
Dalam penerapan pendidikan kepada anak sebaiknya menjadikan nilai agama sebagai tolok ukur bukan nilai yang sudah kadung ada di masyarakat. Sebab tidak sedikit nilai yang dianggap baik oleh masyarakat sangat dikecam oleh agama. Misal, ada anak perempuan dijemput oleh kekasihnya di rumah untuk pergi berdua seharian, pagi hingga petang. Tanpa ada penengah. Hal ini dianggap wajar dan baik-baik saja bukan? Atau ketika ada anak laki-laki yang serius melototi artikel yang ternyata isinya tentang zodiak atau ramalan nasib dengan bintang. Ini juga masih dikategorikan baik-baik saja. Padahal jika dilihat dari kacamata syariat keduanya tidaklah baik dan benar.
Dalam pendidikan peran ayah dan ibu saling mendukung dan saling terhubung, dimana ayah merumuskan hal-hal besar dan ibu yang mendetailkannya, dimana ayah yang merancang dan ibu pelaksana hariannya. Maka tugas utama dari seorang ibu adalah mendidik anak-anak. Tugas utama berarti prioritas pertama. Melalaikan berarti mencederai peran yang diemban.
Dalam setiap kita telah Allah install fitrah yang cenderung pada kebenaran dan mengingkari kesesatan. Fitrah ini lah yang akan menghidupkan hati siapapun untuk bergerak untuk mengambil peran sebagai agen perubahan dalam setiap penyimpangan yang tidak sesuai kehendak-Nya.
Terlebih bagi seorang ibu, yang pada setiap ibu telah Allah sematkan kemuliaan peran sebagai madrasah peradaban. Bahwa jika ibunya benar, maka benar pula anak-anaknnya. Dan jika anak-anak benar kelak akan menjadi manusia yang memiliki prinsip yang kokoh.
Komentar
Posting Komentar