Bersinergi Bersama Pasangan
Sesungguhnya yang paling bertanggungjawab terhadap pendidikan anak adalah kedua orangtuanya. Ini jamak dipahami oleh semua. Peran ayah dan ibu keduanya saling mendukung dan saling terhubung, dimana ayah penasehat dan ibu pelaksanannya.
Seorang ayah adalah pembuat misi keluarga mengacu pada visi. Misi keluarga adalah peran spesifik yang akan keluarga tersebut ambil dalam peradaban, yang padanya melekat manfaat bagi sekitar. Ayah sebagai nahkhoda penentu arah dan ibu sebagai awak kapal yang membersamai nahkhoda dan para penumpang kapal lainnya (anak-anak).
Suami saya, ayah dari anak saya sekaligus pemimpin keluarga kami adalah sosok yang saya kenal betul sebagai seorang yang pekerjaan keras dan bertanggungjawab. Hal ini saya rasakan betul sedaei awal menikah hingga kini (semoga untuk seterusnya, aamiin). Soal visi keluarga kami sangat sefrekuensi bahwa kami ingin bekerja dengan sungguh-sungguh, selain untuk mencukupi kebutuhan keluarha sendiri adalah untuk bisa mempergunakan harta titipan Allah ini di jalan yang diridhaiNya, untuk zakat, infaq, sedekah dan banyak membantu.
Adapun misi keluarga kami, untuk masa sekarang ini karena kami masih memiliki buah hati yang masih balita, yang masih sangat butuh pendampingan barangkali suami lah yang lebih banyak bekerja keras. Dia sebagai salah satu pemerintahan desa, juga bergelut di usaha tani dan kebun. Dan ketegasannya meminta saya untuk bisa memberikan banyak waktu bagi buah hati kami.
Kami berdua pun sepakat bahwa soal pengasuhan ini dia pun juga ikut terlibat. Apa yang kami peroleh dulu (hanya dekat dengan ibu) jangan diterapkan kepada anak kami. Kita harus bekerjasama mendidik anak sebab tantangan zaman hari ini dan kedepan lebih besar. Semakin kesini saya pun merasakan bahwa dia begitu "mengerti", menjadi sosok ayah yang hangat, mau ikut memandikan anak, menyuapi, juga membersamainya. Alhamdulillah, alhamdulillah.
Semangat bersinergi mengasuh buah hati bersama pasangan tercinta. ✨
Komentar
Posting Komentar