Perjalanan Menulis (1)


Bermula dari Desember 2016, saat pertama kali memutuskan untuk mengikuti tantangan menulis 30 DWC Jilid 3, saat itu lah pertama kali juga bagi saya mencoba melatih dan mengasah skill menulis. Dalam perjalanannya, saya rasa cukup baik. Setiap harinya saya selalu mengupayakan semaksimal mungkin untuk bisa menulis dan melaporkannya. Saya berupaya memeras isi otak ini untuk bisa menuliskan sesuatu dalam hari itu. Pernah dalam satu hari saya belum menuliskan apapun padahal hanya tersisa beberapa jam sebelum batas waktu lapor. Namun saya tetap dapat memenuhinya. Meski sempat juga bolong dua hari, karena riweh nya dengan sesuatu yang lain. Alhamdulillah, pada akhirnya saya pun berhasil menyelesaikan tantangan itu. 

Berlanjut Februari 2017. Saya lanjut mengikuti Jilid berikutnya. Semangat dalam diri ini untuk bisa mengeluarkan ide gagasan menulis semakin berapi-api. Saya merasa lebih ringan dalam menyelesaikan tulisan setiap harinya. Saya termasuk sangat rajin setor tulisan setiap hari tepat waktu. Jilid kali ini
ada rules pemberian feedback antar fighters, 
saya pun termasuk yang paling rajin memberikan feedback. Ada juga kesempatan bagi fighters menyampaikan materi kepenulisan, saya pun tak segan mengambil kesempatan itu. 30 hati berlalu, tantangan selesai, dan saya mendapat reward sebagai salahsatu "unstoppable fighters"

Dari sana lah sepertinya skill menulis saya jadi lebih baik. Saya kerap membagikan ide dan pemikiran positif saya lewat sosial media. Saya bahagia dengan menulis. Dan saya ingin tetap dapat menulis. "Kurangkai kata kucoba memberi mkanan dan kurasa hidupku jadi kian lebih bernyawa."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendidik Dengan Cinta

Generasi Jaman Sekarang

Perempuan Jaman Now