Menjaga Hubungan
Ketika rasa kepo menggeliat menyoal tentang “kenapa kok pasangannya jarang pamer kemesraan di media sosial?” .
Kalo menurut aku pribadi, itu karena pasanganku terlalu menikmati hubungan kami yang baik-baik saja. Seluruh perhatiannya dicurahkan padaku tanpa merasa perlu memamerkan di media sosial.
.
Tapi tidak dipungkuri juga yang namanya konflik suami-istri pasti ada. Hubungan jadi tetap baik-baik saja atau sebaliknya tergantung kita bagaimana menyikapi nya. Bisa baik atau tidak. .
Selama ini, ketika konflik itu terjadi kami sama-sama mencoba untuk menghadapinya berdua, selagi bisa. Konflik yang kita hadapi cukup kami berdua yang rasa. Pihak lain yang dekat dengan kami, sekalipun orang tua atau saudara tidak perlu tahu. Apalagi memuat adanya konflik itu sebagai postingan curhatan di media sosial, curhat jalanan, curhat lawan jenis. Jangan sampai, naudzbubillah. Karena hal itu termasuk larangan dalam curhat. Alih-alih dapat solusi, yang didapat malah bisa jadi masalah baru.
.
Selain menjaga agar pihak lain tidak sampai tahu, sikap mengalah juga kami coba terapkan. Ketika konflik terjadi, saat itu keadaan emosi negatif meninggi. Apabila salah satu di antara kami ada yang mengalah dengan tidak banyak ucap dan bersabar, beberapa waktu setelah itu konflik menjadi reda. Keadaan kembali menjadi baik-baik saja. Emosi negatif itu ibarat api dan sikap mengalah itu air. Apabila api disiram dengan air maka akan padam juga.
.
Karena.. “Nggak ada pernikahan yang cuocook bangeettt.. yang ada itu pernikahan yang dicocok cocokkan.” ~begitu lah penuturan bapak trainer saat aku ikut workshop parenting di masa masa awal pernikahan.
.
Saat hal ini aku kroscek ke yang bersangkutan (baca: pasanganku), ia pun sangat membenarkan pendapatku itu.
.
Semoga bisa menapaki kehidupan ke depan bersama anak-anak yang akan Allah hadirkan. Bisa meraih berkah, sakinah, mawaddah, warohmah untuk keluarga kami. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar