Kenapa Harus Berdaya Berkarya
Semenjak menikah, berumah tangga, dan memiliki anak saya memang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Melakukan segenap pekerjaan rumah dan mengurus anak. Meski demikian tidak melulu seputar dua hal itu saja. Selalu ada dorongan kuat dalam diri untuk bisa melakukan "sesuatu." Selalu ada keinginan untuk berdaya, berkarya.
Betapa seringkali saya merasa masa lalu yang telah saya lewati memiliki cukup banyak perjuangan, pengorbanan dan kerja keras. Ada tenaga, waktu, pikiran, peluh keringat bahkan cucuran air mata. Saya ingin bisa berdaya, berkarya, seolah untuk membayar itu semua. Dan yang paling utama sebenarnya adalah keinginan untuk bisa menjadi manusia yang lebih berguna. Bukan kah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya?
Sudah jamak kita pahami bersama, bahwa manusia diciptakan oleh Allah adalah untuk mengabdi, beribadah kepada-Nya. Termasuk di dalamnya adalah melaksanakan dakwah. Dalam dakwah kita diposisikan menjadi qo'id (pimpinan dan contoh) bagi ummat. Sehingga harus ada keahlian yang dipandang oleh ummat agar mereka percaya dan yakin dengan apa yang kita sampaikan. Seharusnya kita bisa menjadi yang tidak biasa-biasa saja, melainkan menjadi yang luar biasa.
Sesungguhnya dalam diri ini ada begitu banyak pemikiran yang sangat ingin ditularkan kepada yang lainnya. Positif pastinya. Tentu saya tidak boleh hanya diam. Saya harus bergerak, mulai mengambil langkah meski perlahan. Di lingkup tempat tinggal saya mencoba untuk proaktif dengan kegiatan di masyarakat. Saya pun menjadi salah satu pegiat lingkungan. Di dunia sosial media, saya pun menjaga konsistensi untuk bisa membuat konten tulisan bermanfaat. Impian besar untuk ke depan tentulah ada. Namun bagaimana nantinya, biarkan tangan Allah saja yang bekerja. Kita sebagai manusia hanya bisa mengupayakan saja yang terbaik.
Fahd Pahdepie dalam bukunya menuliskan, "Bahwa manusia adalah mesin proses. Menjadi baik saja tidak cukup. Menjadi sukses saja tidak cukup. Mesin itu tak boleh berhenti hanya sebatas menghidupkan dan menghidupi diri sendiri. Mesin proses kita harus menghasilkan hal-hal baik untuk menjadi bahan baku orang lain agar orang lain itu bisa memproses dirinya menjadi baik pula." Dan ini sangat relate dengan pemikiran saya pribadi.
Komentar
Posting Komentar