Bersama Lebih Bermakna
Allah telah menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini dengan begitu seimbang dan sempurna. Segala apa yang Dia ciptakan tiada yang sia-sia. Selalu ada kebergantungan antara satu dan lainnya. Ada lautan, ada pula daratan. Laut dengan airnya yang ketika mendapat pancaran panas matahari akan membentuk uap air yang kemudian berganti menjadi air hujan. Air hujan jatuh membasahi bumi, meresap ke dalam tanah. Lalu menjadi sumber kehidupan makhluk Allah lainnya. Dan daratan menjadi tempat kehidupan.
Allah menciptakan bapak Adam, manusia pertama. Tak dibiarkan seorang diri. Allah pun memberikannya pasangan seorang perempuan yaitu ibu Hawa. Adam dan Hawa pasangan anak manusia pertama yang dengan kebersamaan mereka itu melahirkan peradaban di muka bumi ini. Dan diri kita bisa berada di muka bumi ini adalah sebab adanya upaya bersama ayah dan ibu kita.
Bagi anak-anak, bermain adalah bagian dari dunia mereka. Aktivitas bermain menjadunbagian dari keseharian. Ada banyak sekali corak permainan. Bermain seorang diri bagi seorang anak kerap membuat bosan. Dengan adanya teman membuat aktivitas bermain menjadi asyik. Bermain bersama teman lebih menyenangkan.
Bertumbuh adalah keniscayaan. Anak-anak pun menjadi pemuda/ pemudi. Seiring bertambah pengalaman, bertambah pulang pertemanan. Bagi seorang pemuda/ pemuda teman bukan hanya untuk perkara bermain. Lebih jauh, teman menjadi sangat berpengaruh. Ibarat seorang penjual minyak wangi. Sebab begitu dekat ia dengan minyak wangi, bau wangi pun lekat dengannya. Demikian pula teman. Berteman bersama seorang yang baik akan memberi dampak baik pula. Teman yang baik mampu membawa kebaikan dan mengajak pada keshalihan. Teman yang baik mampu diajak berpikir dan berdiskusi. Sehingga membuat diri semakin cerdas dan bertambah sudut pandang.
Setiap masa akan terus bergulir, dari seorang pemuda/ pemudi menjadi seorang dewasa. Ketika itu maka sudah menjadi yang seharusnya untuk memasuki fase yang berbeda, menemukan pasangan.
Ketika seorang lelaki telah menjadi suami, ia bertanggungjawab mendidik istrinya, menjadikan istrinya (lebih) baik. Sangatlah tepat ketika ada sebuah kutipan bahwa "Terdidiknya seorang istri bergantung pada sholihnya suami." Dan ketika seorang perempuan telah bergelar istri, ia bekewajiban taat, hormat dan melayani suami sepenuh hati. "Selalu ada istri hebat di samping suami yang hebat." Begitulah memang seharusnya suami istri bersama-sama saling memberi energi positif.Suami dapat mendidik istri menjadi baik dan istri dapat selalu mendukung suami dalam kebaikan.
Komentar
Posting Komentar