Ibu Sentral Cinta Keluarga

Tidak lah berlebihan jika kita menyebut peran ibu sebagai satu peran mulia dan luar biasa di tengah keluarga. Di dalam keluarga tugas dan perannya boleh dibilang cukup kompleks. Ibu memiliki tanggungjawab mendidik anak, menjadi pelaksana harian pendidikan anak. Juga berkewajiban patuh dan taat pada suami. Melayani suami sepenuh hati.

Jika pernah ada anggapan bahwa baik atau tidaknya suasana rumah bergantung bagaimana sang ibu. Suasana menjadi tidak begitu baik apabila ibu sedang tidak baik. Semua merasakan dampaknya. Maka benar lah jika ibu adalah jantung keluarga. 

Dahulu saat saya masih bersekolah madrasah, ibu sempat sakit-sakitan. Ada beberapa penyakit yang bersarang di tubuh ibu. Sampai ibu harus di rawat di Rumah Sakit. Tidak hanya sekali, namun beberapa kali harus keluar masuk. Sampai pernah suatu malam di ruang rawat inap, kondisi ibu "kumat", ada ketakutan hebat menyergap dalam diri ini, seakan-akan malam itu juga ibu akan "pergi". Masa itu yang paling sayang ingat dan membuat sedih yang teramat adalah saat hari raya idul fitri, kami tidak dapat menikmatinya sebab ibu masih di rawat di Rumah Sakit. Suasana ceria dan bahagia pun tidak dapat sepenuhnya terasa. Kala itu saya menangis di kamar sendirian. Yaa Allah... Betapa kehadiran ibu sangat berarti. 

Saat dewasa kini, saat saya telah menikah dan tinggal jauh bersama suami, ada kehampaan yang terasa tatkala saya berkunjung ke rumah orangtua. Tiada lagi ibu yang bisa saya temui di rumah, karena ibu telua "berpulang" dari sejak saya masih kuliah tahun 2012. Apalagi dengan adanya si kecil, sepertinya sempat juga diri ini  berandai-andai, "Andai ibu masih ada, memiliki cucu tampan menggemaskan pasti bahagia sekali. Dan secara langsung ada yang membantu saya untuk momong." Hiks. 

Ibu adalah sentral keluarga, dan itu benar adanya. Bisa pula kita lihat realita di sekitaran, ketika seorang ibu dengan terpaksa harus mencari nafkah jauh dari rumah, menjadi tenaga kerja di luar negeri, bagaimana keluarganya? Tentu menjadi tidak begitu baik-baik saja kan? Mirisnya ada yang sampai membuat berakhirnya rumahtangga.

Sungguh besar perjuangan dan pengorbanan seorang ibu, hingga kehadiran dan keberadaannya menjadi sangat berarti di tengah-tengah keluarga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Lebih Bermakna

Menjadi Ibu Bahagia

Bangkit Untuk Kehidupan Lebih Baik